STRATEGI KOMODIFIKASI TATA PAMER MUSEUM ADITYAWARMAN SUMATRA BARAT DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

Penulis

  • vandrowis darwis museum_adityawarman

DOI:

https://doi.org/10.54519/prj.v11i1.60

Kata Kunci:

Komodifikasi, Tata Pamer, Museum

Abstrak

Koleksi Museum Adityawarman merupakan warisan budaya yang menjadi aset bagi Pemerintah Daerah Sumatra Barat, koleksi menjadi objek dalam proses pembelajaran dan pemindahan pesan dari pengetahuan dan kearifan masyarakat sebelumnya kepada masyarakat sekarang. Koleksi Museum Adityawarman berjumlah 6.264 buah sebagai perwakilan dari identitas budaya dan mengandung makna mulia kebudayaan masyarakat di Sumatra Barat. Penelitian ini membedakan cultural studies dari cakupan subjek-subjek dan melihat kaitan komodifikasi dan indikator lain yang ada dalam tata pamer. Proses penataan ulang menjadi sarana untuk menarik kembali pengunjung dengan menampilan ruang pamer baru di museum. Ruang pamer yang baru hanya bisa menjalankan fungsi ruang, belum bisa menjadi strategi yang ideal untuk mewujudkan ruang pamer yang punya nilai jual. Fungsi ruang pamer yang selalu berubah sesuai dengan kebutuhan kepentingan menunjukkan ketidakkonsistenan pengelolaan dalam melakukan penataan ruang pamer. Menafsirkan museum sebagai lembaga nonprofit seharusnya juga tidak diterjemahkan secara sempit sehingga membuat museum itu membatasi ruang geraknya untuk berkembang. Selain itu, konsep pemahaman pengelola dalam menampilkan tata pamer merupakan komoditas tata pamer yang lebih komersial.

Kata kunci : Komodifikasi, Tata Pamer, dan Museum

 

Abstract

The collection of Adityawarman Museum is a cultural heritage that is an asset for the West Sumatra Regional Government. The collection becomes an object in the learning process and transferring messages of knowledge and wisdom of the community from the previous society and to the current society. The collection of the Adityawarman Museum consists of 6,264 pieces representing cultural identity and containing the noble meaning of the culture of the people in West Sumatra. This study distinguishes cultural studies from the scope of subjects and seeing the relationship between commodification and other indicators in the exhibition system. The rearrangement process is a means to attract visitors by displaying a new exhibition space in the museum. The function of the showroom which is always changing according to the needs of the interests shows the inconsistency of management in structuring the showroom. Interpreting a museum as a non-profit institution should also not be interpreted narrowly, thus it makes the museum limit its scope to develop. In addition, the management’s concept of understanding in displaying exhibition becomes a more commercial commodity in the exhibition system.

Keywords : Comodification, Exhibition, Museum

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Barker, Chris. 2009. Cultural Studies Teori & Praktik, terjemahan Nurhadi. Yogyakarta : Kreasi Wacana. (rujukan buku)

Cinquin, C. 1987. Homo Coca Colens, In J. Umiker-Seebeok (ed.) Marketing and Semiotics. Berlin, New York, Mouton de Gruyter. (rujukan buku)

Darwis, Vandrowis. 2021. Komodifikasi Tata Pamer Dalam Upaya Preventif, Borobudur, Vol 15, No.1, Juni 2021. (rujukan jurnal)

David, Fred R. 2011. Strategic Management, Buku 1. Edisi 12 Jakarta. (rujukan buku)

Fitchett, James A. 1997. Consumption and Cultural Commodification The Case of the Museum as Commodity. University of Stirling. (rujukan buku)

Hooper-Greenhill, E. 1994. Museum Education dalam E. Hopper-Greenhill (ed.). The Educational Role of the Museum. London: Routledge. (rujukan buku)

Kopytoff, I. 1986. The cultural biography of things: Commoditization as process, In A. Appadurai (ed.) The Social Life of Things: Commodities in Cultural Perspective, Cambridge MA, University of Cambridge Press. (rujukan buku)

Sekretariat Dirjen Kebudayaan, 2012. Album Budaya Direktori Museum Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Jakarta.

Ritzer, G. 1993. The McDonaldization of society, London, Pine Forge Press. (rujukan buku)

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta. CV. Andi Offset.

Wulandari, Anak Agung Ayu. 2014. Dasar-dasar Perencanaan Interior Museum. Humaniora Vol. 5 No.1 April 2014. (rujukan jurnal ilmiah)

Zamaris,Biandi. 2020. Kajian Literatur Sistem Pencahayaan Buatan Untuk Ruang Pamer Pada Museum Ranggawarsita (Gedung C & D) Dan Ruang Galeri Batik Pada Museum Tekstil Jakarta dan Museum Batik Pekalongan. Jurnal Imaji, Vo.9 No.1, Juli 2020. (rujukan jurnal ilmiah)

Unduhan

Diterbitkan

09/27/2022

Cara Mengutip

darwis, vandrowis. (2022). STRATEGI KOMODIFIKASI TATA PAMER MUSEUM ADITYAWARMAN SUMATRA BARAT DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA. Prajnaparamita, 11(1), 37–48. https://doi.org/10.54519/prj.v11i1.60