KUDA JAWA DAN GAJAH SIAM PEREKAT HUBUNGAN JAWA-SIAM

Penulis

  • nunus supardi Asosiasi Museum/Pemerhati Budaya

DOI:

https://doi.org/10.54519/prj.v10i2.49

Kata Kunci:

kuda, gajah, amangkurat, rama

Abstrak

Negeri Siam atau Thailand sekarang, sangat tertarik pada kebudayaan Nusantara, khususnya Jawa. Tarian, musik, batik, cerita Panji, dan bahasa Jawa sangat dikenal di Siam. Di Siam cerita Panji dari Kediri telah diperlakukan sebagai cerita drama yang disakralkan dengan dengan nama, Inao. Selain tertarik pada mata dagang rempah-rempah, kayu cendana, dan kapur barus, ternyata Siam juga tertarik pada kuda Jawa. Masalahnya, belum banyak orang yang mengetahui bahwa kuda Jawa juga pernah menjadi mata dagang yang penting. Selain itu, belum banyak diketahui bahwa kuda juga dijadikan cenderamata bergengsi untuk diberikan kepada Raja Siam. Sebaliknya, Raja Siam menjadikan hewan gajah yang dimitoskan sebagai hewan suci sebagai cenderamata untuk Raja Jawa. Tujuan kajian ini adalah agar masalah jual-beli dan saling tukar cenderamata kuda dan gajah antara Jawa-Siam dapat membuka wawasan kita bahwa kuda dan gajah menjadi benih  dalam membangun  persahabatan  kedua bangsa. Melalui metode kajian berdasarkan pada sumber pustaka di Siam dan VOC serta sumber lainnya diketahui bahwa selain budaya, sejak beberapa abad yang lalu kuda Jawa telah ikut menjadi daya tarik bagi raja-raja Siam untuk datang ke Jawa. Sebaliknya, Siam menjadikan gajah sebagai cenderamata bagi Jawa. Kedua hewan itu telah ikut menjadi “lem perekat” bagi kedekatan hubungan antara kedua bangsa dari dulu hingga kini.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Bankoff, Greg and Sandra Swart. 2007. Breeds of Empire: The ‘Invention’ of the Horse in Southeast Asia and Southern Africa 1500–1950. NIAS – Nordic Institute of Asian Studies, Denmark.

Bloch, Marc, 1954, The Historian Craft, Manchester: Manchester University Press.

David Henley and Henk Schulte Nordholt (Ed). 2015. Environment, Trade and Society in Southeast Asia A Longue Durée Perspective, Koninklijke Brill nv, Leiden, Boston.

Dhiravat na Pombejra (2007), dalam Bankoff, Greg and Sandra Swart. 2007. Breeds of Empire: The ‘Invention’ of the Horse in Southeast Asia and Southern Africa 1500–1950. NIAS – Nordic Institute of Asian Studies, Denmark.

Marcus AS dan Pax Benedanto (Ed). 2000. Kesastraan Melayu Tionghoa I, dan Kebangsaan Indonesia. Kepustaan Popu-ler Gramadeia (KPG), Jakarta.

Pattajoti, Imtip Suharto, 2001. Journeys to Java by a Siamese King. ITB Press, Bandung.

Puaksom, Davisakd. 2007. The Pursuit of Java Thai Panji Stories, Melayu Lingua Franca and Qustion os Translation. National University of Singapore (NUS).

Tanudirjo, Daud Aris (Ed).2014. Inspirasi Majapahit, PT. Intan Sejati, Klaten.

Jurnal dan majalah:

Hall, Rebecca S. 2018. Representing Chronicles in Nineteenth-and-Twentieth-Cnetury Siam. The Journal of the Walters Art Museum 73 (2018)

Hidajat, Henny. 2018. Visualisasi Hewan pada Relief Ramayana candi Prambanan, Jurnal Titik Imaji, Vol. 1 No. 1, Maret 2018.

Jamnongsarn, Surasak.2014. Interaction of Music as a Soft Power in the Dimension of Cultural Diplomacy between Indonesia and Thailand. International Journal of Creative and Arts Studies (IJCAS) Vol. 1 No. 1, Juni 2014.

Jamnongsarn, Surasak. 2019. Transkulturasi Musik Antara Gamelan Jawa, Angklung, dan Musik Tradisi Thailand. MELAYU, Art and Performance Journal Vol. 2, No. 2, 2 Oktober 2019.

Jamnongsarn, Surasak. 2019. From Java to Siam and back Rethinking Thailand-Indonesia Musical Encounters. International Journal of Creative and Arts Studies (IJCAS) Vol. 6 No. 1, Juni 2019.

Pupaka, Anchalee. 2014. King Rama V’s Travelogues: the Distribution of Modern Knowledge. Journal of Social Sciences, Humanities, and Arts Vol.14(3) : 1-26, 2014, Silpakorn University

Rusdianto, dkk. 2020. Analisis Keberadaan Spesies Mamalia di Lima Babak Cerita Relief Lalitavistara Candi Borobudur, Jurnal Biologi Indonesia 16 (2): 153-182.

Sartraproong, Kannikar. 2011. Reflections of a Thai Historian in Writing on King Chulalongkorn of Siam’s Visit to Singapore and Java in 1871. Journal of Siam Society, Vo. 99, 2011.

Unduhan

Diterbitkan

12/01/2021

Cara Mengutip

supardi, nunus. (2021). KUDA JAWA DAN GAJAH SIAM PEREKAT HUBUNGAN JAWA-SIAM . Prajnaparamita, 10(2). https://doi.org/10.54519/prj.v10i2.49